- Daftar
- Jan 8, 2025
- Konten
- 8
- Solutions
- 1
- Skor reaksi
- 20
- Poin
- 3
Semua kegiatan dan kerja alat-alat tubuh pada manusia diatur oleh sistem koordinasi. Pengaturan sistem tersebut secara otomatis dapat mempertahankan kelangsungan hidup manusia. Sistem koordinasi pada manusia terdiri atas sistem saraf. Sistem saraf termasuk sistem dalam tubuh yang paling kompleks. Sistem saraf terbentuk oleh miliaran sel saraf atau neuron. Bagaimana susunan sistem saraf pada tubuh manusia?
Pada beberapa sel saraf, ada akson yang dibungkus oleh sel Schwann (neurolemosit). Sel ini akan menyekresikan zat sehingga membentuk selubung mielin. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung dan pemberi nutrisi pada akson serta mempercepat tranduksi sinyal di sepanjang akson. Bagian akson yang tidak terbungkus selubung mielin disebut nodus Ranvier. Saat melewati akson, impuls rnenjalar ke nodus Ranvier, lalu meloncati selubung mielin. Hal ini terjadi karena selubung mielin bersifat sebagai isolator impuls. Loncatan impuls tersebut mempercepat gerakan impuls. Perhatikan struktur sel saraf pada Gambar 1.1.

Sel—sel saraf salingberhubungan membentuk suatu simpul saraf yang disebut ganglion. Antara neuron satu dengan neuron lainnya dihubungkan oleh sinapsis.
Berdasarkan bentuknya, neuron dibedakan menjadi neuron multipolar, neuron unipolar, dan neuron anaksonik. Perhatikan gambar berikut untuk mengetahui perbedaan ketiga jenis neuron ini.

Neuron multipolar. Akson dan percabangan dendrit pada neuron terbentuk dari badan sel saraf. Bentuk neuron ini dijumpai pada neuron motorik dan neuron asosiasi (interneuron).

Neuron unipolar. Neuron ini memiliki dua jenis akson, yaitu akson periFer dan akson sentral. Percabangan dendrit pada neuron ini tidak berasal dari badan sel saraf secara langsung, melainkan dari akson perifer. Jenis neuron ini hanya dijumpai pada neuron sensorik.

Neuron anaksonik. Neuron ini tidak memiliki akson. Jenis neuron ini hanya dijumpai pada neuron asosiasi (interneuron).
Adapun berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi neuron sensorik (neuron aferen), neuron motorik (neuron eferen), dan neuron asosiasi (interneuron). Perhatikan Gambar 1.3 untuk mengetahui perbedaan ketiga jenis neuron tersebut.

Neuron sensorik berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat. Reseptor adalah penerima rangsang.
Neuron asosiasi berfungsi menghubungkan neuron sensorik dengan neuron motorik. Namun, terdapat beberapa neuron sensorik yang langsung terhubung dengan neuron motorik. Kondisi tersebut terdapat pada neuron-neuron yang terlibat dalam gerak refleks monosinaptik, yaitu gerak refleks yang menghasilkan gerakan sederhana. Sebagian besar akson dari neuron asosiasi tidak diselubungi oleh mielin.
Neuron motorik berfungsi menghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke efektor. Efektor berupa otot dan kelenjar.
1. Struktur Sel Saraf (Neuron)
Sel-sel saraf tersusun atas dendrit, badan sel saraf, dan akson (neurit). Dendrit merupakan juluran pendek sitoplasma pada sel saraf. Dendrit berfungsi menerima impuls dari ujung saraf lain dan menghantarkannya ke badan sel saraf. Dalam badan sel saraf terdapat inti sel dan badan Nissl (substansi kromatofolik). Badan Nissl merupakan granula hasil modifikasi retikulum endoplasma kasar dengan poliribosom. Badan Nissl berperan dalam sintesis protein untuk kebutuhan sel saraf. Impuls yang diterima oleh badan sel saraf akan diteruskan menuju akson. Akson merupakan juluran panjang sitoplasma dari badan sel saraf. Akson berfungsi meneruskan impuls dari satu sel saraf menuju sel saraf lain.Pada beberapa sel saraf, ada akson yang dibungkus oleh sel Schwann (neurolemosit). Sel ini akan menyekresikan zat sehingga membentuk selubung mielin. Selubung mielin berfungsi sebagai pelindung dan pemberi nutrisi pada akson serta mempercepat tranduksi sinyal di sepanjang akson. Bagian akson yang tidak terbungkus selubung mielin disebut nodus Ranvier. Saat melewati akson, impuls rnenjalar ke nodus Ranvier, lalu meloncati selubung mielin. Hal ini terjadi karena selubung mielin bersifat sebagai isolator impuls. Loncatan impuls tersebut mempercepat gerakan impuls. Perhatikan struktur sel saraf pada Gambar 1.1.

Sel—sel saraf salingberhubungan membentuk suatu simpul saraf yang disebut ganglion. Antara neuron satu dengan neuron lainnya dihubungkan oleh sinapsis.
Berdasarkan bentuknya, neuron dibedakan menjadi neuron multipolar, neuron unipolar, dan neuron anaksonik. Perhatikan gambar berikut untuk mengetahui perbedaan ketiga jenis neuron ini.

Neuron multipolar. Akson dan percabangan dendrit pada neuron terbentuk dari badan sel saraf. Bentuk neuron ini dijumpai pada neuron motorik dan neuron asosiasi (interneuron).

Neuron unipolar. Neuron ini memiliki dua jenis akson, yaitu akson periFer dan akson sentral. Percabangan dendrit pada neuron ini tidak berasal dari badan sel saraf secara langsung, melainkan dari akson perifer. Jenis neuron ini hanya dijumpai pada neuron sensorik.

Neuron anaksonik. Neuron ini tidak memiliki akson. Jenis neuron ini hanya dijumpai pada neuron asosiasi (interneuron).
Adapun berdasarkan fungsinya, neuron dibedakan menjadi neuron sensorik (neuron aferen), neuron motorik (neuron eferen), dan neuron asosiasi (interneuron). Perhatikan Gambar 1.3 untuk mengetahui perbedaan ketiga jenis neuron tersebut.










